Image of Selimut Debu

Text

Selimut Debu



Pada 2006 Agustinus mulai melintasi perbatasan antar negara menuju Afghanistan dan selama dua tahun ia menetap di Kabul sebagai fotografer jurnalis catatannya di buku ini adalah hasil perenungan yang memakan waktu tak singkat.


Selimut Debu akan membawa Anda berkeliling "negeri mimpi" yang biasa dihadirkan lewat gambaran reruntuhan, korban ranjau, atau anak jalanan mengemis di jalan umum sambil menapaki jejak kaki Agustinus yang telah lama hilang ditiup angin gurun, namun tetap membekas dalam memori. Anda akan sibuk naik-turun truk, mendaki gunung dan menuruni lembah, meminum teh dengan cara Persia, mencari sisa-sisa kejayaan negara yang habis dikikis oleh perang dan perebutan kekuasaan, sekaligus menyingkap cadar hitam yang menyelubungi kecantikan "Tanah Bangsa Afghan" dan onggokan debu yang menyelimuti bumi mereka.

Bulir demi bulir debu akan membuka mata Anda pada prosesi kehidupan di tanah magis yang berabad-abad ditelantarkan, dijajah, dilupakan sampai akhirnya ditemukan kembali.


Ketersediaan

00004068813/AGU/SPerpustakaan KP DJP (813)Tersedia
2028 B813/AGU/SPerpustakaan KP DJPTersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
813/AGU/S
Penerbit Gramedia Pustaka Utama : Jakarta.,
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-979-225-289
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this